My First Online Experience

Internet? Apa itu? Seperti apa bentuknya? Istilahnya sering aku dengar tapi untuk On line secara langsung belum pernah merasakan sampai seorang teman ngajak kerumahnya untuk On line…Waktu itu bulan-bulan awal di tahun 2000, tidak tahu koneksinya pakai apa, dengan modem apa.  Temanku menceritakan bahwa dia punya teman di luar pulau dan mereka sering berkomunikasi via Internet. Masih belum ‘ngeh’ seperti apa bentuk komunikasi mereka, temenku bilang dia sering “chatting”. O ya tentu saja bercakap-cakap, kalau tidak begitu seperti apa lagi? pikirku dulu. Tapi bagaimana? Aduh penasaran sekali. Lalu katanya dengan Internet bisa tau apa saja. Ingin resep membuat tempe ada, cara bikin nuklir juga ada apalagi sekedar chatting, gampang sekali, dan yang penting tanpa telepon dan biaya tambahan! Tapi ternyata kemudian bercakap-cakapnya lewat layar monitor, ha ha ha..aku kagum sekali dengan teknolgi chatting ini….

Kemudian, aku duduk didepan komputer dan dibukakan suatu aplikasi chatting yg umum waktu itu. And the first experience began….Senyum-senyum sendiri karena senang dan kagum kok bisa ya dua orang asing bertemu didunia maya dan bercakap-cakap layaknya dua orang teman lama? Bagaimana caranya kotak ini bekerja? Hebat….Tapi rata-rata chattingnya cuma sebentar, mungkin ngomongnya ngaco jadi tiap orang yang kuajak chatt tidak bertahan lama, kabur mulu… Tapi siapa peduli? Mainan baru nih musti dicoba terus sampai lupa dirumah siapa ini komputer siapa trus biayanya pulsanya bagaimana. Temenku itu cewek lagi..ha ha ha… Aku terus mencoba mengajak orang-orang yang namanya aneh semua itu berkomunikasi. Ketika ditanya ‘asl dong’, ku jawab ‘banjarmasin’…
Eh orang diseberang malah nanya lagi ‘asalnya darimana?’ trus ku jawab ‘kan kamu sudah nanya? dan sudah kujawab juga, aku dari Banjarmasin..’. Lah sekarang baru ngeh, malu juga rasanya…
Situs pertama kali yang aku buka adalah situs basket NBA tapi sayang tak terbuka dengan sempurna karena leletnya minta ampun, dan sampai hari ini,detik ini, situs NBA tak pernah aku buka lagi. Never mind, chatting aja. Internet = Chatting.

Kesan pertama tak hilang begitu saja, sesampai dirumah seluruh keluarga aku beritahu tentang ‘cara baru berkomunikasi’ ini terutama Bapak. Kepada beliau kuceritakan dengan sangat antusias bagaimana canggihnya bercakap-cakap melalui komputer sembari merayu minta dibelikan komputer…. Kepada adik apalagi, dia habis-habisan kuolok-olok  karena belum pernah chatting, ketinggalan zaman kamu…. Nih Kakakmu manusia modern, tau perkembanganan zaman, pernah chatting via komputer tadi malam….wah…wah…

Dan gara-gara chatting itu pula komputer pertamaku berhasil dibawa pulang dari toko. Rasa hausku akan dunia maya
secara perlahan tapi pasti terpenuhi. Portal berita pertama yang aku kenal : detik.com. Dari jauh kalau ada yang membuka situs detik aku pasti tahu karena layout dan warnanya yang khas!! Detik.com ikut menjadi saksi atas perkembangan teknologi Internet di tanah air, dan aku merasa, aku tumbuh bersama detik.com.

Bravo detik.com

4 thoughts on “My First Online Experience

  1. dulu aku juga amazing sama yg namanya internet tapi ga sehebat dikau, habis.. internet di kampus mahal. sekedar tahu chatting aja, tapi justru setelah kerja bisa tahu manfaat internet. yah, selain gratis sih hehehe….berita bisa cepat tahu, ilmu banyak yg didapat, temen banyak yang ketemu, juga temen banyak yang menemukanku…including someone

    • betul…banyak sekali manfaat yg kita peroleh dari internet. Laksana perpustakaan yang tiada batas kita dapat memperoleh informasi apapun yang kita inginkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s