Al Quran dan air minum

Salah satu Surah yang sering membuat Rasulullah SAW menangis adalah Al Waaqiah. Surah ini terdiri dari 96 ayat, bp-rain-tsptermasuk golongan surah Makkiyah. Al waaqiah berarti hari kiamat, menceritakan tentang keimanan dan huru hara hari akhir.

Suatu ketika saya secara acak membuka Al Waaqiah, dan terlihat ayat 68:

68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.

Air? Saya membeli galon untuk air minum. Air yang berasal dari mata air pegunungan. kemudian ayat berikutnya :

69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?

Tentu engkau ya Allah…yang menurunkannya dari kumpulan awan-awan diangkasa. Saya mulai berfikir tentang air dan kata ‘diturunkan’. Berfikir tentang laut, sungai, danau, uap dan awan…

Dan akhirnya,terlihat  fakta ilmiah bahwa air tawar yang kita minum berasal dari hujan. Melalui siklus peredaran air yang menjamin tersedianya air tawar di hulu pegunungan. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.Al Quran tidak langsung mengatakan air yang kita minum berasal dari sungai, sumur atau danau. Al quran mengatakan yang lebih universal, Al quran mengatakan air yang kita minum adalah diturunkan! Mengapa? Karena melalui hujanlah sumber-sumber air selalu mengeluarkan air untuk mengaliri sungai-sungai, mengisi sumur-sumur dan memenuhi danau. Tanpa air hujan, siklus air di planet bumi ini tidak akan berjalan. Dengan kata lain, kekeringan total menimpa seluruh bumi, dan tidak akan ada air yang bisa kita minum! Istilah ilmiahnya siklus iniwater-cycle dinamakan siklus hidrologi.

Muhammad menyampaikan ayat ini ditengah kondisi geografis jazirah Arab yang kering kerontang, suatu wilayah yang didominasi oleh padang pasir yang sangat jarang disiram air hujan. Sangat mengherankan bagaimana Muhammad, lelaki sederhana dari gurun pasir yang hidup 1400 tahun yang lalu ini mendapat ilham bahwa air yang diminum oleh manusia berasal dari air hujan(siklus hidrologi) bukan berasal dari wadi, sumur atau sungai Nil, yang menjadi  sumber air utama bangsa Arab waktu itu   Entah bagaimana Muhammad mengetahui tentang siklus hidrologi ini.

Kemudian ayat selanjutnya :

70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

Pertanyaan yang timbul adalah, mengapa ‘asin’? Mengapa Allah memilih kata ‘asin’ daripada ‘pahit’ atau ‘manis’? Jawabannya masih berhubungan dengan siklus air. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa air sungai membawa bermacam-macam mineral ke laut, salah satunya adalah Sodium klorida (garam). Ketika air laut menguap hanya airnya (H2O) saja yang menguap sedang garam tetap tertinggal. Melalui proses siklus yang berulang selama jutaan tahun maka air laut menjadi asin seperti sekarang. Di seluruh pelosok dunia, sungai mengirim sekitar 40 milyar ton garam ke laut setiap tahunnya.

Maha besar Allah…Fakta ilmiah ini sudah diberitahukan kepada Muhammad lebih dari 1400 tahun yang lalu…

8 thoughts on “Al Quran dan air minum

  1. loh mas? bukannya berbahaya sekarang meminum air hujan secara langsung. karena setiap daerah yang telah banyak kendaraan,pabrik bisa dipastikan daerah tersebut termasuk wilayah rentan hujan asam, buktinya, kalau besi, dibiarkan bisa mengakibatkan korosi, kalau memang belum banyak kendaraan, pabik, mungkin bisa diminum langsung,

  2. Salam
    maaf ada yang kurang
    tiap mau minum basmalah dulu
    dan selesai nelan hamdalah ya
    kata Prof Masaru Emoto dalam True Power of Water hal itu tampak remeh tapi ternyata bisa mengubah molekul air menjadi lebih baik.
    Wassalam

    • kawan2 kami berdasarkan al anfaal ayat 11 dan proses penciptaan manusia yang dalam tahapan 40 hari terinspirasi untuk meminum air hujan yang cenderung murni. Tahmid terjadi perubahan yang luar biasa dalam fisik (sakit yang tersembuhkan) dan psikis (jiwa yang makin bertauhid).
      1. air hujan murni ditadah secara langsung dari langit setelah 15-20 menit untuk menghindari kotoran atmospher yang menempel dihujan.
      2. air hujan tidak boleh terkena unsur logam karena akan merusak zatnya.
      3. air hujan dihindari dari matahari langsung karena akan merusak zat yang manfaat.
      4. dikonsumsi setelah diendapkan 1 hari untuk menyingkirkan kotoran yang mungkin masih tinggal.
      5. dikonsumsi secara mentah. pemasakan/api akan merusak zat yang bermanfaat. Tentang mikrobiologi, tahmid belum ada yang terkena penyakit dalam 3-4 tahun ini karena meminum air hujan yang tidak dimasak
      Cobalah insya Allah jiwa dan raga akan lebih baik.
      Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami di
      dian_hafits@yahoo.com
      kami mengundang kawan yang di kedokteran dan kimia untuk meneliti air hujan bagi kemanusiaan dengan memberikan informasi yang dibutuhkan seluas-luasnya.
      Insya ALLAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s