Mengapa musti mengerjakan amal Sunnah?

Lagi mencari pencerahan nih, saya jalan-jalan ke http://www.wisatahati.com milik Uztad Yusuf Mansyur yg selalu saya kagumi. Dan seperti biasa, kata-katanya banyak memberi inspirasi dan semangat buat saya. Dibawah ini adalah cuplikan tanya jawab beliau dengan seorang penanya mengenai ibadah sunnah. Jawaban Uztad sederhana tapi mengena. Mari kita jalankan ibadah Sunnah sebagaimana Nabi mulia Muhammad senang melakukannya. Insya Allah, mudah-mudahan kita semua adalah orang yang senang menerima nasihat dan selalu beramal sholeh, Amin…

Tanya : Assalam Ustdz. Ada orang tanya ke saya, dia bilang ‘Klo dari ibadah fardu hidup kita sudah makmur, buat apa kita jalankan sunah?” saya bingung jawabnya gimana ustad!

Jawab :Pertama, kalo kurang siap jawab, ga usah dijawab. Didoakan saja. Kalo kurang-kurang jawaban, jadinya malah berantem.
Gini ya… Rasul pernah bersabda, wa mar roghiba ‘an sunnatii falaisan minnii… Siapa yang tidak suka sunnahku, bukan bagian dariku. Bukan golongannya Rasul. Kalau sekedar males jalanin, barangkali ga terlalu masalah. Tapi kalau sampe udah ga mau jalanin sebab ga suka atau merasa ga perlu, atau merasa hebat, merasa cukup, ya ini jadi masalah. Hidup itu bukan cuma perlu makmur. Tapi perlu banyak amal saleh buat modal di akhirat. Lagian, tidak berdiri Asyhadu al-laa-ilaa-ha-illawlooh, tanpa asyhadu anna Muhammadur rosuuluwlooh. Selanjutnya, coba cari-cari di web atau di toko CD tentang rekaman penjelasan panjang kali lebar perihal shalat sunnah, shalat tepat waktu, dll. CD khususnya juga udah ada: CD Wasiat Terakhir Rasulullah & Benahi Shalat Kita.
Btw, shalat fardhu, wajib. Tapi tepat waktu dan berjamaahnya, itu urusan sunnah. Namun bukan sembarang sunnah, tapi sunnah muakkadah, sunnah yang mendekati wajib. Terlalu lama meninggalkan masjid, telat melulu shalatnya, dan tidak berjamaah (tidak kudu bicara soal shalat sunnah), maka dalam hitungan tahun, masalah itu akan kelihatan. Makmur kan sekarang, lah, tahun depan? Tahun lusa? Apalagi hidup itu bukan hanya di dunia ini. Hidup pun di akhirat. Sebelum ke akhirat yang sebenernya, transit dulu di padang makhsyar. Sedang di padang makhsyar itu, kita akan ditentukan masuk ga ke barisannya Rasulullah. Ini yang repot. Bayangkan, tanpa cerita hadis tanpa apa, apa iya kita lalu berhak masuk panjinya Rasulullah, rombongannya Rasulullah, sedangkan kita tidak cinta hal-hal yang sunnah.
Rasul begitu mencintai kita, lalu apakah kita mencintai Rasul? Qoola Rosuuluwlooh, man ahyaa sunnatii, faqod ahabbanii. Wa man ahabbanii, kaanaa ma’ii fil jannah; sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai diriku, maka ia akan bersamaku di surga. Lah, sunnah-sunnah itu, enak, nikmat. Salah satunya sunnah menikah: annikaahu sunnatii, wa mar roghiba ‘an sunnatii falaisa minnii; nikah itu sunnahku. Sesiapa yang tidak suka akan sunnahku, maka dia bukan golonganku. Dan bahkan saya pernah serem dg diberitahunya satu riwayat: Witirlah kalian, kalau kalian tidak witir bukan dari golonganku.
Wuah… Mudah-mudahan Allah membuka mata hati kita untuk mencintai Rasulullah, sebagai syarat dari mencintai Allah juga; qul in kuntum tuhibbunawlooha fattabi’uunii… Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasulullah)… Tagline dakwah kita: Benahin yang wajib, hidupin yang sunnah. Benerin yang wajib, tegakin yang sunnah. Jalankan yang wajib, jangan tinggalkan yang sunnah.
Salam, Yusuf Mansur.

10 thoughts on “Mengapa musti mengerjakan amal Sunnah?

  1. Assalamu’alaikum

    Keep posting saudaraku. Saya baca komennya di blog penuai. Itu yang menggiring saya ke sini. Teruskan jihadnya. Allahu Akbar.

    Wassalam

  2. saya belum bisa koment soal post ini, tapi saya ingin menyambangi sobatku dan mengucapkan
    selamat tahun baru 2010, semoga semakin berjaya dan sukses dalam hidup, karir dan juga ngeblog..
    salam hangat😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s