Ooo..Indonesia

Agustus 2010 kmaren waktu gerak di Bogor, kami kedatangan jamaah dari Padang.  Bersamaan dengan mereka ada satu jamaah dari Amerika serikat bernama Abdullah. Nama aslinya adalah Steve, tapi saya lupa nama lengkapnya.
Dia banyak bercerita tentang masa lalunya dan juga tentang ke Islamanya pada saya.

Steve,  eh…. Abdullah, adalah seorang muallaf  yang dulunya tinggal di pusat kota New York. Dia ceritakan dulunya adalah seorang gangster, o yeah..the real gangster as you seen in TV He said. Punya tiga pistol dibadannya, satu dipinggang, satu di selempangkan dibagian pinggang yang lain dan satunya lagi ditaro dikaki. Buat jaga2 kalo kepepet.
Hidupnya waktu itu kacau balau tak terarah, hidup semaunya, sesuai nafsunya.
Suatu hari dia ceritakan dia mabuk dan nge-drugs bersama teman akrabnya. Mabuk dari pagi hingga malam hingga teman akrabnya itu akhirnya tewas dihadapannya…..
Abdullah shock berat kehilangan teman baik. Teman yang begitu setia berbagi disaat sulit dan di kehidupan yang super keras di kota New York.

Abdullah (tengah), ngobrol dg seorang penumpang kereta

Ditengah kesedihan itu Abdullah berkata “I don’t want like that. I will not die the way my friend died!
Jadi dia punya tekad dihati bahwa di musti berubah, I got to change!! But how? Dia tak tahu harus pergi kemana dan kepada siapa dia mengadu dan mencari suasana untuk berubah……

One day…dia melihat serombongan laki-laki berjalan di keramaian kota New York. Manusia aneh dalam pandangannya saat itu: pakai baju panjang putih, berjenggot, pakai tutup kepala dan tak terkesan dengan suasana. Kelak dia mengetahui bahwa  jamaah yang dia lihat adalah jamaah dari Pakistan yang bergerak keseluruh alam untuk menyampaikan kalimat dan agama yang haq. Abdullah katakan bahwa ia melihat cahaya misterius di wajah-wajah jamaah. Cahaya atau aura yang membuat ia gelisah.
Terdorong oleh rasa ingin tahunya, kaki Abdullah mengikuti jamaah tsb dan membawa tubuhnya ke sebuah masjid.
Dari situ dia mulai mengamati tingkah laku jamaah….
Apakah bawa golok? Atau jangan2 bawa bom….
Apakah omongannya lemah lembut atau sinis?
Apakah menganggap diri sendiri dan kelompoknya benar dan selalu menganggap orang lain salah?
Apakah mereka kasar terhadap orang kafir seperti dirinya?
Apakah…. No, mereka tidak mabuk. Bahkan merokokpun tidak!

This is what I want to be….He whisper…..

Malamnya dia gelisah. Tak  bisa tidur. Miring kiri salah miring kanan ga nyaman. Akhirnya Abdullah ceritakan, dia mendapat ‘inspiration’ dari Allah untuk datang lagi besok pagi untuk menyatakan ke Islamannya.
I slept as a ……. in the night and become a Muslim in the next morning….. Kata-kata itu yang terus terngiang di telinga saya hingga kini.

Itu terjadi di tahun 1994 yang lalu. Kemudian tahun 1995 dia pergi ke Mekkah untuk haji. Tahun 96 ke India untuk belajar agama dan pergi haji lagi di tahun 97.
Sewaktu akan berkunjung ke Indonesia Abdullah membayangkan bahwa Indonesia pastilah negara dengan nuansa Islam kental.Ooo Indonesia, the mosque must be full with jamaah…all women uses hijab…
Tapi ternyata semua diluar dugaan. Begitu turun dari pesawat wanita dengan rok mini berseliweran, masjid pada sepi padahal waktu membangun semua orang terlibat dalam proses pembangunannya. Masjid cuma penuh pas hari jumaat. Diluar itu paling2 1-2 shaf…..

Yang lebih menyedihkan, tidak ada usaha dakwah yang benar2 dijalankan untuk menolong agama Allah. Kalaupun ada begitu banyak rintangan dan hambatan yang diterima.
Orang yang berdakwah meniru kehidupan Nabi dan para sahabat di cemooh sebagai ahli bid’ah, tak bertanggung jawab pada keluarga, dan sederet rintangan lainnya….
Padahal ini adalah usaha atas iman yang murni mengikut cara nabi dan sahabat. Usaha yang mengajak manusia taat pada Allah dan rasulnya, bukan mengajak pada kelompok atau organisasi. Apakah usaha Nabi ada namanya?
Gerakan yang paling bid’ah justru gerakan yang berdasar agama tapi punya nama kelompok organisasi dan membesar-besarkan nama kelompoknya.

Ok, kembali ke lap….toop……
Kabar terakhir Abdullah sedang berada di Nizamuddin India, belajar sifat dan iman amal sholeh dari saudara2 muslim yang sudah lebih dulu ambil bagian dalam usaha dakwah. Dia sempat memberi no HP tapi ketika ditelp tidak aktif…
Hmm….masih teringat kehangatannya, keramahan dan sifat kasih sayangnya pada sesama muslim.

Ciri2 orang beriman memang terdapat rasa kasih sayang didalam hatinya. Tidak mudah mencela, menyalahkan, tidak merasa benar sendiri dan menganggap remeh saudara muslimnya. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS 19:96)

Jadi, bila ada rasa tidak suka yang berlebihan terhadap sesama muslim, atau anda gampang mencela orang yang punya kalimat  syahadat didadanya  maka iman anda patut dipertanyakan….:)
Apakah anda sayang terhadap ahli keluarga, teman atau bahkan musuh sekalipun? Rasa sayang yang sejati adalah mengajak mereka taat pada Allah dan Rasul. Ayo…ajak2 saudara muslim kita untuk taat dan kembali pada Allah….🙂

Keep fighting my brother…….

Kebon jeruk, 27/7/2010. Bayan dari Jamaah Saudi

7 thoughts on “Ooo..Indonesia

  1. Jika Anda ingin membuktikan kebenaran Islam dengan akal fikiran. Tolong yakinkan…!! Andaikata seluruh umat manusia di Dunia ini, punya sikap/akhlak seperti Nabi Muhammad SAW, Apakah Anda tau bagaimanakah keadaan Dunia..? Sudah pasti seperti di Sorga. Tidak ada gunanya militer,polisi dan pengadilan, karna tidak akan ada masalah. Sebagai manusia yang punya akal fikiran.. Renungkanlah….!!!!

  2. Assalamu’alaikum…. Saya ingin menjadi seorang jamaah tabligh, tapi saya tidak mengetahui banyak tentang Islam, malah saya ingin tahu(belajar)… saya pun pernah punya pandangan negative ttg “Jaulah”, tp itu dulu, mungkin karena ke-liberal-an saya dan isu2 orang skitar..tp alhamdulillah skrang akhirnya sy tau ttg sunnah Rasulullah SAW…. inshallah jika saya sudah cukup ilmu, saya ingin menjadi seorang “jaulah” ataupun “mujahidin”… itulah cita2 sya🙂

    • waalaikum salam…Jangan jadi Jamaah tabligh ,tapi jadilah Dai Allah yang menghidupkan sunnah2 Nabi SAW…🙂 Karena usaha ini sejatinya tak punya nama, jamaah tabligh, jamaah kompor, jamaah jaulah dll hanya sebutan dari orang2, bukan nama ‘resmi’ dari usaha dakwah ini.
      Semakin banyak berkorban untuk agama maka akan semakin paham, sedikit korban sedikit paham. tak pernah berkorban jadi salah paham…Selamat bermujahadah!!🙂

  3. hi,..i like u’r surprie…i like this artikel,..it’s different..and monumental,…who is the man who was sat down and wore a white clothes??are u??am I know??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s