Seberapa Tua E-mail kamu?

old-yahooBarusan mbuka-mbuka arsip lama di mail yahoo, yang sekian tahun ikut memberi warna dalam perjalanan hidup saya. Ternyata didalamnya banyak cerita. Baik menyenangkan, memuakkan maupun menyedihkan. Didalamnya terdapat beberapa ratus foto, beberapa ratus email pertemanan dari dalam maupun luar negeri, ada puisi juga, e-card, milis dan… spam (porsi terbanyak, haa). Dulu belum ada facebook, twitter atau path. Sosmed untuk berbagi yang lagi ngetren saat itu adalah milis (mailing list)

Kira-kira email tertua dalam inbox saya bertanggal berapa ya? Hm..lumayan lama lah, tanggal 21-3-2000. Sebenarnya ada yang lebih tua lagi ditahun 98an tapi sudah dihapus, sayang juga sebenarnya. Provider yang saya punya waktu itu adalah hotmail dan yahoo. Tapi yang masih bertahan sampai saat ini (dan sampai nanti Insya Allah 🙂 )adalah yahoo. Check it out:

Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah Model Cantik ‘Playboy’ Jadi Mualaf

key

Liputan6.com, Kuala Lumpur – Ramadan kali ini menjadi yang pertama bagi mantan model majalah dewasa Playboy, Felixia Yeap. Dia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana tahun ini setelah berikrar masuk Islam.

Kepada penggemarnya di Facebook dan Twitter, ia mengungkapan alasan kenapa memilih masuk Islam. Menurut model asal Malaysia tersebut, ia tidak pernah merasa dekat sebelumnya dengan sosok Tuhan. Berbeda dengan sekarang, wanita ini merasa begitu dekat dengan Allah SWT.

“Aku sudah mencoba mempelajari beberapa agama, tapi hatiku tak pernah merasa begitu dekat seperti sekarang. Hatiku tak pernah tersentuh seperti ini,” ungkap Felixia, seperti dilansir International Business Times, Sabtu (5/7/2014).

Perempuan berusia 28 tahun ini mengakui dirinya sekarang seperti seorang bayi yang baru lahir. Dia merasa begitu senang bisa menikmati indah dan berkah Ramadan. Apalagi, ia berulang tahun pada hari ke-5 Ramadan.

“Aku sangat bahagia, hari jadiku pada hari Kamis (3 Juli), hari favorit nabi Muhammad,” ujar Felixia.

Wanita berparas cantik ini kali pertama mengumumkan keputusannya untuk menjadi mualaf di hadapan 2.000 orang dalam sebuah acara menyambut bulan suci Ramadan di Shah Alam, Jumat 27 Juli lalu.

Mantan guru taman kanak-kanak itu pun menceritakan bagaimana dulu ia menjadi model dengan berpakaian serba terbuka dan sekarang memulai belajar mengenakan pakaian tertutup usai mengucapkan kalimat syahadat di Masjid Taman Tun Dr Ismail, Kuala Lumpur baru-baru ini.

“Aku berdoa agar terus mendapat hidayah dan petunjuk untuk menyempurnakan jalanku ini. Aku percaya pada Allah yang telah memberikan segala karunia-Nya kepadaku,” kata Felixia.

Meski demikian, jalan wanita yang mulai menginjak karier model pada 2005 itu tak sepenuhnya berjalan mulus. Felixia sempat dikucilkan rekannya setelah mengenakan jilbab. Tapi sang ibu tetap mendukung dan menguatkan hatinya.

“Ibu sama sekali tak keberatan dengan keputusanku. Bahkan ia memberikan restu saat saya bilang tengah mempelajari agama Islam dan berencana menjadi seorang Muslim,” ujar Felixia, seperti dikutip dari The Malaysian Insider. (Mvi) –

See more at: http://ramadan.liputan6.com/read/2073440/kisah-model-cantik-playboy-jadi-mualaf#sthash.ogVFd22G.dpuf

Liputan6.com, Kuala Lumpur – Ramadan kali ini menjadi yang pertama bagi mantan model majalah dewasa Playboy, Felixia Yeap. Dia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan perdana tahun ini setelah berikrar masuk Islam.

Kepada penggemarnya di Facebook dan Twitter, ia mengungkapan alasan kenapa memilih masuk Islam. Menurut model asal Malaysia tersebut, ia tidak pernah merasa dekat sebelumnya dengan sosok Tuhan. Berbeda dengan sekarang, wanita ini merasa begitu dekat dengan Allah SWT.

“Aku sudah mencoba mempelajari beberapa agama, tapi hatiku tak pernah merasa begitu dekat seperti sekarang. Hatiku tak pernah tersentuh seperti ini,” ungkap Felixia, seperti dilansir International Business Times, Sabtu (5/7/2014).

Perempuan berusia 28 tahun ini mengakui dirinya sekarang seperti seorang bayi yang baru lahir. Dia merasa begitu senang bisa menikmati indah dan berkah Ramadan. Apalagi, ia berulang tahun pada hari ke-5 Ramadan.

“Aku sangat bahagia, hari jadiku pada hari Kamis (3 Juli), hari favorit nabi Muhammad,” ujar Felixia.

Wanita berparas cantik ini kali pertama mengumumkan keputusannya untuk menjadi mualaf di hadapan 2.000 orang dalam sebuah acara menyambut bulan suci Ramadan di Shah Alam, Jumat 27 Juli lalu.

Mantan guru taman kanak-kanak itu pun menceritakan bagaimana dulu ia menjadi model dengan berpakaian serba terbuka dan sekarang memulai belajar mengenakan pakaian tertutup usai mengucapkan kalimat syahadat di Masjid Taman Tun Dr Ismail, Kuala Lumpur baru-baru ini.

“Aku berdoa agar terus mendapat hidayah dan petunjuk untuk menyempurnakan jalanku ini. Aku percaya pada Allah yang telah memberikan segala karunia-Nya kepadaku,” kata Felixia.

Meski demikian, jalan wanita yang mulai menginjak karier model pada 2005 itu tak sepenuhnya berjalan mulus. Felixia sempat dikucilkan rekannya setelah mengenakan jilbab. Tapi sang ibu tetap mendukung dan menguatkan hatinya.

“Ibu sama sekali tak keberatan dengan keputusanku. Bahkan ia memberikan restu saat saya bilang tengah mempelajari agama Islam dan berencana menjadi seorang Muslim,” ujar Felixia, seperti dikutip dari The Malaysian Insider. (Mvi) – See more at: http://ramadan.liputan6.com/read/2073440/kisah-model-cantik-playboy-jadi-mualaf#sthash.ogVFd22G.dpuf

Kisah Model Cantik ‘Playboy’ Jadi Mualaf

Aminah Assilmi : Dari Seorang Kristen Radikal Menjadi Islami yang Santun

Ref : http://www.lembaga.us/2011/12/aminah-assilmi-dari-seorang-kristen.html

Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.

Take a moment to thinking

Seorang teman mengirim e-mail berisi tulisan yang mungkin ungkapan isi hatinya (hehe..maaf ya fren kalo salah 🙂 )
Isinya tentang harapan atau impian yang tak tercapai. Tapi diakhir tulisan kita diajak berfikir dan merenung bahwa kita ini hanya hamba Allah yang menerima takdir. Tapi Allah juga menyuruh kita untuk berusaha dan berdoa untuk merubah hidup seperti apa yang kita inginkan…..
Baca lebih lanjut

Ooo..Indonesia

Agustus 2010 kmaren waktu gerak di Bogor, kami kedatangan jamaah dari Padang.  Bersamaan dengan mereka ada satu jamaah dari Amerika serikat bernama Abdullah. Nama aslinya adalah Steve, tapi saya lupa nama lengkapnya.
Dia banyak bercerita tentang masa lalunya dan juga tentang ke Islamanya pada saya.

Steve,  eh…. Abdullah, adalah seorang muallaf  yang dulunya tinggal di pusat kota New York. Dia ceritakan dulunya adalah seorang gangster, o yeah..the real gangster as you seen in TV He said. Punya tiga pistol dibadannya, satu dipinggang, satu di selempangkan dibagian pinggang yang lain dan satunya lagi ditaro dikaki. Buat jaga2 kalo kepepet.
Hidupnya waktu itu kacau balau tak terarah, hidup semaunya, sesuai nafsunya.
Suatu hari dia ceritakan dia mabuk dan nge-drugs bersama teman akrabnya. Mabuk dari pagi hingga malam hingga teman akrabnya itu akhirnya tewas dihadapannya…..
Abdullah shock berat kehilangan teman baik. Teman yang begitu setia berbagi disaat sulit dan di kehidupan yang super keras di kota New York.

Abdullah (tengah), ngobrol dg seorang penumpang kereta

Baca lebih lanjut

Pendeta yg akhirnya masuk Islam…

Hidayah bisa menghampiri siapa saja. Bila Allah SWT telah berkehendak maka seorang pendeta pun bisa berpaling menjadi Muslim yang taat. Mungkin itulah kisah yang dihadapi Kenneth L Jenkins dalam hidupnya.


Dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan yang tergolong agamis, Jenkis adalah seorang pemeluk Kristen Pantekosta di Amerika Serikat. Dia lebih banyak diasuh oleh kakeknya karena ibunya sebagai orang tua tunggal. Pantas bila dia terbilang jamaat yang taat mengingat kakeknya sudah mengajarinya tentang kehidupan gereja sejak kecil. Dan tak heran pula bila di usia enam tahun, dia sudah mengetahui
banyak ajaran dalam Injil.

Setiap hari Minggu, Jenkins menuturkan, seluruh anggota keluarganya selalu pergi ke gereja. Saat seperti itu, ungkapnya, menjadi momen bagi dirinya beserta kedua saudaranya untuk mengenakan pakaian terbaik mereka.  Setelah lulus SMA dan masuk universitas, Jenkins memutuskan untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia datang ke gereja setiap saat, mempelajari kitab Injil setiap hari, dan menghadiri kuliah yang diberikan oleh para pemuka agama Kristen.
Baca lebih lanjut

Si Murtad Palsu & Tuduhan Palsu

REPUBLIKA.CO.ID. COLORADO–Di gereja di Amerika Serikat, saat ini ada tren baru, yaitu menampilkan orang-orang yang keluar dari Islam (murtad) untuk memberi kesaksian bahwa benar Islam adalah agama perang. Umumnya, para murtad ini mengaku mereka adalah jebolan dari berbagai kamp-kamp jihad yang melatih mereka menjadi teroris andal.

Namun belakangan, klaim itu terpatahkan. Terutama sejak jati diri Ergun Mehmet Caner, pimpinan Liberty Baptist Theological Seminary terkuak. Selama ini, Caner selalu menggembar-gemborkan dirinya sebagai “Contoh nyata bagaimana kuasa Yesus menyelamatkan seorang yang dibesarkan sebagai seorang calon jihadist ke jalan yang benar.” Belakangan, kedok Caner terbuka bahwa dia tak pernah sama sekali bersentuhan dengan kamp-kamp semacam itu dan dia menjadi Kristen sejak remaja, jauh sebelum peristiwa Serangan 11 September 2001, hal yang sering dikaitkan dengan Muslim di Barat.

“Dr Caner telah menciptakan mitos tentang dirinya sendiri dan tampaknya sekarang akan terurai. Dia tidak pernah datang ke Amerika “melalui Beirut dan Kairo.” Dia tidak pernah dilatih sebagai fundamentalis Muslim. Dia tidak pernah terlibat dalam apa yang diklaimnya sebagai aktivitas jihad,” ujar Wade Burleson, seorang pendeta yang melayani Oklahoma.

Satu lagi, kata Wade, klaim Caner tentang dirinya pernah berdebat tentang keyakinan dengan cendekiawan Muslim kelas dunia di Nebraska atau beberapa kota lain di AS adalah bohong. Ia menyatakan memahami mengapa seseorang akan membuat atau memperindah masa lalu. “Tapi, tak ada banyak uang yang akan dibuat seperti menjual buku-buku dan DVD tentang Islam pasca 9/11,” sindirnya.

Pada tahun 2001, Caner melayani sebuah gereja di Colorado. Setelah Serangan 11 September, ia menjadi “komoditas panas” untuk berbicara tentang kejahatan Islam secara langsung. Sebelum “gelombang kejut” dari serangan teror itu mereda, ia bertutur dirinya dibesarkan di Turki sebagai anak seorang pemimpin agama dan dilatih di madrasah untuk berjihad melawan Amerika.

Sebuah penyelidikan independen membuktikan, Ergun Caner lahir pada tahun 1966 di Swedia dari pasangan Swedia-Turki. Orang tuanya tinggal di Ohio beberapa tahun kemudian dan bercerai ketika Caner berusia 8 tahun. Caner tinggal bersama ibu dan menghabiskan waktu dan hari libur keagamaan dengan ayahnya. Namun ia dibesarkan dalam tradisi Kristen oleh ibunya.

Hingga saat ini, keping DVD dan VCD masih beredar di pasaran. Promo dalam sampul depannya berbunyi, “Apakah Anda percaya Allah dapat mengubah hati seorang Muslim teroris mengeras? Mantan fundamentalis Ergun Caner, yang datang ke Amerika untuk menjadi teroris berbagi kesaksian tentang bagaimana dia datang untuk mengenal Yesus Kristus.”

Jati Diri Ergun Caner, Si “Murtad Palsu” akan Segera Diungkap

REPUBLIKA.CO.ID, LYNCHBURG–Liberty University berrencana melakukan penyelidikan formal atas pimpinan sekolah seminari yang mengatakan ia dibesarkan sebagai Muslim yang saleh di Turki dan kemudian berpindah keyakinan menjadi Kristen. Hal itu dilakukan menyusul adanya bukti baru dari pengadilan yang bertentangan dengan kenyataan.

Ergun Caner, nama kepala Liberty Baptist Theological Seminary itu, selalu menyatakan Islam adalah agama perang. Dia mengaku dibesarkan di kamp jihad dan disiapkan menjadi teroris andal. Namun belakangan, pengakuannya ternyata palsu.

Koran The News & Advance memberitakan, Pengadilan Columbus menemukan data sahih yang menunjukkan Caner lahir di Swedia dan pindah bersama orang tuanya ke Amerika Serikat empat tahun kemudian. Dia dibesarkan secara Kristen sejak kecil, kendati ayahnya berdarah Turki.

Sebelumnya, desas-desus tentang Caner menyeruak di jagat maya. Para blogger awalnya mempertanyakan rincian latar belakang Caner dan membuat dalam laporan publik dalam situs mereka. Merujuk pada Christianity Today, sebuah majalah yang ditujukan untuk para penginjil Kristen, akar Muslim Caner sudah lama tercerabut, jauh sebelum ia tumbuh besar.

Liberty, salah satu universitas penginjil terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan di situsnya itu meluncurkan sebuah investigasi. “Liberty tidak melakukan evaluasi personil berdasarkan tuduhan dari blog internet,” kata Jerry Falwell Jr, pimpinan universitas itu, dalam pernyataan yang dimuat di situs Liberty. “Namun, Mengingat fakta bahwa beberapa koran mengangkat pertanyaan, kami merasa perlu untuk melakukan penyelidikan resmi.”

Universitas kata pembantu rektor Ron Godwin, akan membentuk sebuah komite untuk menyelidiki tuduhan. “Laporan lengkap akan kami presentasikan akhir Juni,” ujarnya.

Pada website pribadinya, Caner mengatakan, dia dan kedua saudaranya dibesarkan sebagai Muslim sampai masuk ke perguruan tinggi. “Setelah pertobatannya,” demikian biodata singkat Caner mengatakan, “dia mengejar panggilan kepada pelayanan dan pendidikan.”

Caner dan saudaranya, Emir, sangat populer di gereja-gereja di seantero AS setelah serangan teroris September 2001. Mereka juga menulis buku best seller, Unveiling Islam: An Insider’s Look at Muslim Life and Beliefs.